5 Keunikan dan Keistimewaan Puasa

Setiap ibadah dalam Islam ada keistimewaannya. Kendati demikian kebaikan dan hikmah ibadah tentu akan kembali kepada siapa yang berbuat. Karena Allah sejatinya tidak membutuhkan apapun termasuk ibadah dari makhluk-makhluk-Nya.

Lalu apa saja keunikan dan keistimewaan puasa di bulan Ramadhan?

Pertama, Ibadah Rahasia

Puasa adalah ibadah yang sangat rahasia. Siapapun tidak akan tahu siapa yang sejatinya sedang berpuasa. Meski ada yang mengaku berpuasa, sebetulnya kita tidak benar-benar tahu apakah benar seseorang itu berpuasa atau tidak.

Ilustrasi (Caleb Oquendo).

Karena siapa yang bisa mengawasi manusia lain selama paling tidak mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Oleh karenanya yang tahu siapa yang sedang berpuasa hanyalah ia yang berpuasa dan Allah Swt yang Maha Mengawasi lahir batin manusia.

Kedua, Ganjaran Rahasia

Selain itu puasa juga memiliki keunikan lainnya. Jika disebutkan setiap amal anak Adam itu bisa dilipatgandakan ganjarannya mulai dari sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ، وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي،

Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, Setiap amal anak Adam dilipatgandakan kebaikannya sepuluh kali lipat sampai dengan tujuh ratus kali lipat.

Allah berfirman: “Kecuali puasa, karena sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku (HR. Imam Muslim)

Namun standar ganjaran itu tidak berlaku untuk puasa. Karena ganjaran puasa dirahasiakan oleh Allah Swt. Beliau lah yang langsung mengganjarnya.

Itu karena setiap orang memiliki kualitas puasa yang berbeda-beda dan Allah membalasnya bisa jadi tergantung kualitas ibadah tersebut.

Ketiga, Jauh dari Riya’

Puasa bisa dikatakan juga termasuk ibadah lahiriah karena melibatkan kemampuan fisik yakni menahan lapar dan dahaga.

Kendati demikian dalam pelaksanaannya ibadah ini sangat tersembunyi berbeda dengan ibadah seperti shalat, zakat atau haji yang nampak secara lahiriah.

Sehingga orang bisa saja beribadah kemudian ingin terlihat (riya’) memamerkannya dengan memperbanyak kuantitas atau mempertontonkan kekhusyukannya. Tapi untuk ibadah puasa, riya’ sulit dilakukan karena ketersembunyiannya itu. Oleh sebabnya ibadah ini lebih dekat untuk ikhlas karena Allah Swt.

Keempat, Meneladani Allah Swt

Salah satu sifat Allah ialah tidak membutuhkan apapun termasuk makan dan minum. Ini bisa diteladani saat berpuasa. Saat berpuasa itu kita juga ‘tidak butuh makan minum dan hubungan seks’.

Maka orang yang berpuasa mendekatkan diri pada Allah dengan meneladani dengan hal terkait sifat Allah tersebut. Namun perlu diingat bahwa sifat-sifat Allah itu tidak sama dengan sesuatu atau apapun.

Kelima, Mendapat Dua Kebahagiaan

Dalam beribadah apapun bentuknya tentu idealnya diiringi perasaan bahagia karena sebagai bentuk wujud syukur kita kepada Allah Swt. Meski begitu ada dua kebahagiaan yang bisa didapatkan oleh orang yang berpuasa.

Pertama saat dia berbuka puasa, setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Kemudian bisa kembali bisa makan dan minum tentu kebahagiaan tersendiri.

Kedua, saat bertemu Allah Swt, tidak ada nikmat di akhirat yang ditunggu-tunggu seorang muslim melainkan bertemu kekasih yang dicintai-Nya. Bahkan kebahagiaan ini tak ternilai jika dibandingkan dengan surga yang merupakan ciptaan-Nya.

وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ
إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ

Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, memandang Tuhannya.
(Surah Al-Qiyamah, Ayat 22-23)

Ada juga yang memahaminya saat bertemu Allah ialah bahagia karena mengetahui puasanya diterima oleh-Nya dan ia mendapatkan ganjaran yang berlimpah dari Allah Swt.

Kedua kebahagiaan ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw.

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ : فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

“Bagi yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu Tuhannya.” (HR. Imam Muslim)

Penulis: Saepuloh
Pemerhati Pendidikan Islam

Leave A Reply

Your email address will not be published.