Bekerja Dengan Performa Terbaik

Manusia adalah makhluk yang dibekali Allah dengan potensi dan daya. Potensi dan daya ini mesti digunakan sebaik-baiknya sebagai rasa syukur kepada Allah Swt.

Dalam kehidupan dunia, setiap orang punya peran yang tidak sama satu sama lain. Masing masing punya kelebihan dan kekurangan. Ada sisi-sisi yang menjadi kekuatan dan ada juga yang jadi kelemahan.

Tugas kita adalah saling bekerja sama, bantu membantu, saling memberikan manfaat, saling bersinergi dengan perannya masing-masing.

نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَرَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ لِّيَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضٗا سُخۡرِيّٗاۗ وَرَحۡمَتُ رَبِّكَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ

Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS. Az-Zukhruf: 32).

Hikmah dari adanya pembagian rezeki dan penghidupan dalam ayat tersebut ialah agar manusia, sebagian mereka dengan sebagian yang lain itu saling memanfaatkan. Saling memenuhi kebutuhan satu sama lain. Saling melayani satu sama lain demi kemaslahatan bersama. Bukan misalnya untuk memeras keringat mereka yang lemah, dan mengakali mereka yang bodoh.

Itu sebabnya setiap orang mesti saling menghormati dan menghargai meski berbeda pangkat, jabatan, kekuasaan dan jumlah harta. Ada yang kaya ada yang miskin ada yang berkuasa ada yang lemah, ada yang berilmu ada yang bodoh dan lain sebagainya. Itu semua jadi mekanisme agar kehidupan bisa berjalan.

Lalu Kenapa Bekerja?

Bekerja adalah cara agar kita bisa saling memberikan manfaat sesuai potensi yang dimiliki. Melalui bekerja seseorang juga bisa memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dalam Islam bekerja adalah ibadah. Bekerja tidak hanya berorientasi pada dunia tapi juga berorientasi akhirat. Bekerja akan berdampak secara duniawi sekaligus ukhrawi.

Sehingga segi kehalalan dan kemaslahatan, penting diperhatikan, bukan sekedar asal dapat keuntungan. Lalu mengabaikan nilai-nilai koridor syariat.

وَقُلِ ٱعۡمَلُواْ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.(Surat At-Taubah, Ayat 105)

Bekerja Dengan Spirit Ihsan

Bekerja juga dalam Islam mesti dilakukan secara optimal. Karena Allah telah mewajibkan ihsan dalam segala hal termasuk bekerja.

ان الله کتب الاحسان علی کل شیء

Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan dalam segala hal (HR. Muslim).

Ihsan ialah beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya (musyahadah), jika tidak, maka merasa dilihat dan diawasi-Nya (muraqabah).

Orang yang bekerja dengan spirit ihsan akan mengerahkan kemampuan terbaik, menampilkan the best perform di manapun ia bekerja.

Jika bekerja diawasi atasan masih bisa kita mengelabui dan bersembunyi. Namun jika Allah yang mengawasi siapa yang bisa mengelabui.

Esensi bekerja dengan spirit ihsan ialah berkomitmen untuk senantiasa ‘melihat’ Allah atau merasa diawasi-Nya. Sehingga ia selalu mempersembahkan yang terbaik untuk-Nya.

Namun bekerja dengan cara terbaik adalah perjalanan tanpa henti yang menuntut diri untuk selalu berusaha meng-upgrade dan memperbaiki diri terus menerus. Sebab hidup sejatinya ialah ujian untuk selalu berupaya yang terbaik.

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ

Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. (QS. Al-Mulk: 2).

Saepuloh
Pemerhati Pendidikan Islam

Leave A Reply

Your email address will not be published.