Ciri Kepemimpinan di Masa Depan

Ciri kepemimpinan masa depan tidak lagi bersifat kedaerahan atau nasional. Demikian ungkap KH. Wahfiudin Sakam saat menjadi narasumber Sanlat khusus remaja hari kedua yang diadakan Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat, Ahad (17/05/2020).

Future Leadership tidak bisa tidak harus berinteraksi secara global dan akrab dengan teknologi digital baik itu infotech maupun biotech.

Wakil Talqin Abah Anom beralasan bahwa teknologi masa depan yang akan berkembang adalah infotech dan biotech. Yang keduanya sudah dalam bentuk digital.

Kiai Wahfi juga mengingatkan bahwa ketika Indonesia baru merdeka di tahun 1945, jumlah penduduknya hanya 66 juta. Dan diprediksi di tahun 2025 penduduk Indonesia akan berjumlah 280 juta orang.

“Dari 280 juta penduduk Indonesia ini, 85% nya sekitar 240 juta orang adalah muslim. Siapa diantara anda yang bersedia menjadi pemimpin umat Islam Indonesia. Baik itu pemimpin di pemerintahan, bisnis, sosial dan profesional,” gugah Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat tersebut.

Ada dua tipe kepemimpinan. Pertama Pemimpin yang bersifat entrepreneurial dan kedua Pemimpin yang sifatnya managerial.

“Siapkanlah diri anda untuk jadi pemimpin. Kalau tidak anda hanya akan menjadi pengekor, menjadi buruh, menjadi tenaga kerja biasa dan anda tidak menjadi siapa-siapa,” imbuhnya.

Kiai Wahfi juga mengajak para peserta yang terdiri dari remaja itu untuk melihat perkembangan populasi dunia. Tahun 2020 saja jumlah populasi dunia sekitar 8 milyar orang. Tapi di tahun 2050 nanti jumlahnya akan mencapai 9,7 milyar orang.

Maka timbul pertanyaan, bagaimana anda mau membangun bangsa dan umat ini?. Bagaimana mempersiapkan keunggulan kompetitifnya. Lalu bagaimana menjaga kedaulatannya, serta bagaimana menjalin kerjasama yang adil antar bangsa.

“MasyaAllah pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar tapi juga pahala yang besar,” ucapnya.

Wakil Talqin Abah Anom ini menjelaskan kriteria pemimpin yang baik. Menurutnya pemimpin harus punya karakter yang baik sekaligus memiliki kompetensi dan keahlian. Tak hanya keahlian, pemimpin juga harus produktif menghasilkan konsep, gagasan, barang, benda, proses, metode dan semua produksinya itu bermanfaat menjadi kontribusi.

“Kalau sudah punya karakter baik, punya keahlian baik, berkontribusi dengan produksi yang baik, anda dituntut menjadi pemimpin yang memiliki keterampilan komunikasi. Dengan komunikasi itu Anda bisa menjalin kolaborasi. Semua itu diingat dengan 5 C. Yaitu, Character, Competency, Contribution, Communication, Collaboration,” pungkas Mudir Aam JATMAN 2018-2019.

Leave A Reply

Your email address will not be published.