Kemeriahan Bulan Ramadhan di Mesir

Ramadhan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan ini, menjadi warna-warni kehidupan dalam beribadah; berpuasa, shalat malam, tilawah Al-Qur’an, majelis ilmu, bersedekah, saling menasehati dalam kebaikan, serta membantu orang yang membutuhkan. Inilah salah satu bukti keindahan ajaran islam.

Setiap daerah maupun negara memiliki ciri khas dalam menyambut dan memeriahkan bulan Ramadhan. Begitu pun dengan Negeri Kinanah atau yang kita sebut Mesir. Banyak kebiasaan menarik selama Ramadhan yang kami alami selama di Mesir.

Apa saja kebiasaan itu…?

Hidangan hidangan berbuka puasa (Maidatur Rahman). Di negara Arab, khususnya Mesir sudah menjadi hal yang lazim bagi mereka yang memilki rezeki lebih untuk berbagi dengan menghidangkan Maidatur Rahman.

Biasanya tersedia di masjid-masjid, restoran, pinggir jalan. Menu yang disajikan nasi, ayam bakar, ayam goreng, sayur dan acar. Ratusan orang berbondong-bondong mencari Maidatur Rahman baik masyarakat sekitar maupun orang asing. Kami, mahasiswa yang sedang studi di Mesir tidak ikut ketinggalan momen ini.

Selanjutnya, pemberian bantuan (musa’adah). Di Mesir banyak  dermawan (muhsinin) yang bersedekah berupa makanan maupun uang. Bantuan lebih ditujukan kepada orang asing, seperti mahasiswa yang sedang belajar di Mesir. Mereka bagikan bantuan di depan tokonya, masjid, majelis Ilmu. Hal ini sangat membantu mahasiswa asing yang sedang merantau di negeri orang.

Uniknya, hampir semua tempat musa’adah antrian dipenuhi dengan mahasiswa Indonesia. Pasalnya kita dapat mengurangi pengeluaran uang saku, sekaligus perbaikan gizi selama Ramadhan.

Saat malam tiba, masjid-masjid mengadakan shalat Qiyamul lail secara berjamaah hingga waktu sahur tiba. Hidangan santap sahur menu ala Mesir : roti yang terbuat dari tepung dan gandum (‘isyy), kuah yang terbuat dari kacang (full), acar serta lalap-lalapan.

Saat Ramadhan bertepatan di musim panas, suhu bisa mencapai 50 derajat celcius. Jadi, jika ingin merasakan nuansa Ramadhan di Mesir saat musim panas Anda harus mempersiapkan mental, kesabaran, tenaga yang ekstra dan fisik yang memadai.

Di tengah pandemi Covid-19 terjadi banyak perubahan. Pemerintah Mesir melarang kegiatan-kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang selama bulan suci Ramadhan. Kebiasaan berbagi masih tetap berjalan namun dengan skala terbatas. 

Umat muslim di Mesir tetap menjalankan kegiatan shalat taraweh, shalat malam, iktikaf dilakukan di rumah masing-masing.

Selamat menjalankan ibadah ramadhan!

(Reza Saepudin Wahid, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir)

2 Comments
  1. Rifaatu says

    Padahal bisa ditambah dengan foto foto saat pemberian makanan itu,untuk menambah keyakinan pembaca akan berita tersebut dan mengetahui bagaimana suasana saat pemberian maidatur rahman tersebut.

    1. Editor says

      terima kasih

Leave A Reply

Your email address will not be published.