MUI Komisi PK Adakan Pesantren Digital Ramadhan

Ketika penyebaran virus Covid 19 masih berlangsung, otomatis aktivitas belajar mengajar secara tatap muka langsung terpaksa dihentikan. Walhasil pembelajaran sementara waktu digantikan melalui daring.

Semua aktivitas pembelajaran seperti di sekolah, kampus, tempat kursus, madrasah dan pesantren kini dilakukan secara jarak jauh. Termasuk pengajian online, kajian kitab online hingga dzikir, istighatsah dan manaqib diselenggarakan secara online.

Begitupun dengan MUI Komisi Pendidikan dan Kaderisasi, pada bulan Ramadhan ini akan menyelenggarakan Pesantren Kilat secara online. Kegiatan ini ditujukan bukan hanya bagi karyawan di lingkungan MUI Pusat maupun MUI Provinsi dan Kabupaten/Kota, tapi juga para guru di sekolah maupun madrasah.

Ini sebagai langkah awal yang sangat baik untuk memfasilitasi proses perubahan diri dalam aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi karyawan Majelis Ulama Indonesia. Kegiatan ini juga sebagai proses pemantapan jati diri keislaman para peserta dalam memaknai kehidupan dan menghadapi tantangan zaman.

Dengan mengusung tema “Madrasah di Rumah Untuk Kemaslahatan Umat dan Bangsa,” Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI paling tidak menegaskan tiga hal.

Pertama, bahwa madrasah sebagai simbol pendidikan yang mengedepankan pembelajaran agama bisa diselenggarakan meski di rumah dengan memanfaatkan teknologi. Dengan kata lain MUI-KPK menginisiasi upgrade penggunaan teknologi terutama di lingkungan Majelis Ulama Indonesia.

Kedua, sebagai komisi yang berorientasi pada pendidikan dan kaderisasi. Maka sudah tepat jika segmen awal pelatihan dan pembelajaran ini ditujukan juga bagi internal karyawan MUI se Indonesia. Ini demi mempersiapkan infrastruktur dan SDM di internal MUI. Adanya teknologi-teknologi baru tentu harus direspon dengan cara-cara baru demi sustainability.

Ketiga, rumah jangan hanya dijadikan sebagai tempat tinggal. Rumah sudah semestinya dijadikan madrasah bagi keluarga. Karena peran pendidikan di rumah justru lebih efektif dalam keluarga. Oleh karena itu pengetahuan dan wawasan keislaman yang rahmatan lilaalamin serta pembinaan akhlak mutlak dibutuhkan. Untuk itulah MUI-KPK hadir memfasilitasi hal tersebut.

Tujuan Pesantren Kilat

Drs. Ahmad Baidun, M.Si selaku ketua pelaksana menyebut bahwa ada tiga tujuan kegiatan ini dilaksanakan.

“Pertama, meningkatkan kecintaan pada Allah Swt. Kedua, menumbuhkan kesadaran dan memantapkan pribadi yang kuat dalam tauhid, dengan 5 at (tekad yang kuat, perbanyak taubat, tingkatkan taat, hindari maksiat, dan tebar manfaat). Ketiga, membangun pribadi muslim, beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia,” ucapnya.

Para peserta pesantren kilat akan mendapatkan materi-materi yang telah disusun langsung oleh tim MUI KPK. Diantaranya Mengenal Diri – Menyintai Allah, Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Covid-19, Islam Wasathiyah, Psikologi Kerja, Literasi Digital dalam Dakwah, Akhlak terhadap Ulama dan Guru, Etos Kerja dalam Islam, Nilai-Nilai Puasa dalam Keluarga, Seni Budaya Islam, CoVid-19 dan Ekonomi Islam, Berdakwah Mulai dari Rumah dan Ke-MUI-an. Semua kegiatan pembelajaran ini dilakukan dengan pendekatan jarak jauh yakni melalui aplikasi Zoom.

Menariknya kegiatan ini akan berlangsung mulai 2 Mei yang juga bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional dan berakhir pada 7 Mei 2020. Semoga langkah awal ini menjadikan MUI KPK sebagai pionir dalam menyelenggarakan pendidikan dan kaderisasi khususnya melalui teknologi digital.

Saepuloh
Pemerhati Pendidikan Islam

Leave A Reply

Your email address will not be published.