Makna Keberkahan Dalam Sahur

Dalam kamus bahasa Indonesia sahur itu berarti makan pada dini hari, dan disunahkan menjelang fajar bagi mereka yang akan berpuasa.

Sahur disyariatkan dalam Islam dan ulama sepakat mengenai kesunahannya. Bahkan terdapat keberkahan di dalamnya sebagaimana sabda Nabi Saw.

تَسَحَّرُوا ؛ فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Makan sahurlah kamu karena di dalam sahur ada keberkahan (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Makna Berkah

Mengenai makna berkah dalam hadis tersebut, Ibnu Hajar Al Asqalany menerangkannya dalam Fathul Bari’. Bahwa jika dibaca as suhur (dengan dhammah) maka berkahnya itu ialah pahala dan ganjaran dari Allah Swt. Sebab as suhur itu bermakna kegiatan makan sahur.

Sedangkan jika dibaca as sahur (dengan fathah) maka berkahnya itu ialah mampu menguatkan fisik menjalankan ibadah puasa dan meringankan kesulitannya. Sebab makna as sahur itu ialah makanan dan minuman yang dikonsumsi ketika sahur. Asupan makanan dan minuman ketika sahur itu akan menjadi bekal energi selama berpuasa.

Sahur juga kata Ibnu Hajar, selain untuk menjalankan Sunnah juga untuk berbeda dengan ahlul kitab. Dengan sahur juga orang jadi lebih kuat sehingga bisa mengisi waktu dengan beribadah dan menambah ketaatan, serta mampu mencegah dari keburukan yang bisa disebabkan oleh lapar.

Sahur juga bisa jadi pintu untuk bersedekah kepada yang diberi makan ketika sahur. Itu sebabnya di Indonesia lazim sering kali ada yang membagi-bagikan makanan sahur kepada yang membutuhkan. Entah dalam sahur on the road atau lain sebagainya.

Dalam Tuhfatul Ahwadzi Syekh Mubarakfury juga menambahkan bahwa orang yang lupa niat berpuasa di malam hari sebelum tidurnya bisa berniat puasa ketika sahur.

Berkah Bangun Sahur

Lalu yang termasuk berkah juga dalam sahur tersebut ialah bangun dan berdoa di waktu sahur. Jadi bangunnya orang yang sahur serta berdoa sudah menjadi keberkahan tersendiri.

Ini senada dengan yang diungkapkan Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim. Bahwa sahur mengandung keberkahan karena orang yang sahur itu bangun, berdzikir dan berdoa di waktu yang mulia. Waktu sahur adalah waktu turunnya rahmat, waktu diterimanya doa dan tobatnya seseorang.

Dengan demikian sebenarnya berkah dalam sahur itu bisa dari berbagai sisi. Ibnu Daqiq menilai berkah dalam sahur dalam dua sisi yakni ukhrawi dan duniawi. Ketika sahur dia menjalankan sunnah maka mendapatkan pahala dan ganjaran, ini termasuk ukhrawi.

Jika dia sahur demi menguatkan tubuh untuk menjaga stamina. Apalagi bagi yang aktif bekerja di siang hari sehingga tidak membahayakan tubuh ketika berpuasa seharian, maka ini termasuk berkah yang bersifat duniawi.

Begitu utamanya sahur, sehingga dalam hadis dari Abi Sa’id Al Khudri ra: Rasul Saw bersabda

السحور بركة فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء، فإن الله وملائكته يصلون على المتسحرين

“Sahur itu berkah, jangan kamu tinggalkan meskipun kamu hanya meminum seteguk air. Karena sesungguhnya Allah dan malaikat mendoakan mereka yang sahur. (HR. Imam Ahmad).

Aspek Pendidikan Dalam Sahur

Aspek pendidikan pada keluarga juga terdapat dalam sahur ini. Keluarga yang tidak terbiasa bangun di sepertiga malam atau di waktu sahur jadi ‘terpaksa’ dan mulai dibiasakan.

Anak-anak dilatih bangun sahur, ikut santap sahur sekaligus mengetahui dan merasakan bagaimana bangun di sepertiga malam akhir. Sekaligus juga persiapan untuk menjalankan shalat subuh secara berjamaah.

Hal tersebut juga biasa diterapkan oleh kaum salafus shalih. Mereka mendidik anak dengan membangunkannya di sepertiga malam agar terbiasa melaksanakan shalat malam. Ini adalah pendidikan yang tak sekedar teori tetapi langsung dengan praktek.

Anak anak bisa mengalami secara langsung bagaimana sahur. Serta melihat kedua orang tuanya bangun, berdoa, berdzikir dan shalat di waktu yang mulia. Sebab Allah ‘Azza wa Jalla ‘turun’ di waktu tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، يَقُولُ : مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ ؟

Allah Swt ‘turun’ setiap malam ke langit dunia, hingga ketika sisa sepertiga malam terakhir, Allah berfirman: Siapa yang berdoa pada-Ku, Aku kabulkan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun pada-Ku akan Aku ampuni dia. (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Dengan begitu sahur bisa menjadi media untuk meningkatkan spiritualitas dan mendekatkan diri pada Allah Swt. Sahur jadi bagian pendidikan ruhani dalam keluarga.

Saepuloh
Pemerhati Pendidikan Islam

Leave A Reply

Your email address will not be published.