Masjid; Antara Madrasah Masyarakat dan Covid 19

Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari umat Islam, tentunya masjid memiliki peran yang sangat penting. Baik yang berhubungan dengan urusan ukhrawi, maupun yang berhubungan dengan urusan duniawi.

Untuk hal yang berhubungan dengan ukhrawi, sudah tentu masjid menjadi epicentrum kegiatan keagamaan bagi seluruh umat Islam. Sedangkan untuk hal yang berhubungan dengan keduniaan, masjid memegang peranan penting bagi aktivitas sosial, pendidikan, budaya maupun ekonomi.

Sebagaimana menurut Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Wawasan Al Quran menyimpulkan. Bahwasannya masjid pada zaman Rasulullah Saw, dalam hal ini adalah Masjid Nabawi memiliki peran dan fungsi yang terdiri dari: tempat ibadah (seperti shalat, zikir) dan tempat konsultasi dan komunikasi (masalah ekonomi-sosial budaya).

Masjid juga merupakan tempat pendidikan, tempat santunan sosial, tempat latihan militer dan persiapan alat-alatnya. Selain itu masjid dijadikan sebagai tempat pengobatan para korban perang, tempat perdamaian dan pengadilan sengketa. Masjid di waktu tertentu juga menjadi aula dan tempat menerima tamu, tempat menawan tahanan, dan pusat penerangan atau pembelaan agama.

Masjid Sebagai Madrasah Masyarakat

Berdasarkan penjabaran di atas, fungsi penting masjid adalah sebagai madrasah peradaban terbaik baik umat Islam.

Tidak hanya dari segi pendidikan saja, namun makna madrasah tersebut juga dapat berhubungan dengan aspek lainnya seperti aspek sosial, aspek budaya, maupun aspek ekonomi.

Salah satu contohnya, masjid menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial seperti kesenjangan sosial, konflik sosial, bahkan disintegrasi sosial.

Dengan cara apa? tentunya masjid dapat menggunakan instrumen dana sosial yang bersumber dari Infaq, Wakaf, Shadaqah ataupun Zakat dari masyarakat yang akan digunakan untuk mengatasi berbagai masalah sosial. Sehingga dengan adanya ketepatan penggunaan dan penyaluran dana sosial tersebut akan dapat meminimalisir resiko sosial diantara masyarakat.

Selain itu, masjid juga dapat menjadi tempat pembelajaran masyarakat dalam hal pemberdayaan ekonomi. Jika di zaman Rasulullah Saw hingga para khalifah, peran masjid bersinergi dengan peran Baitul Mal.

Maka di era sekarang ada beberapa bentuk strategi yang dilakukan oleh Masjid dalam hal pemberdayaan ekonomi. Contohnya Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) yang sudah diterapkan oleh beberapa Masjid.

Salah satunya adalah Masjid Nur Al Amin di Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Bahkan untuk langkah yang lebih strategis, Masjid Nur Al Amin Kabupaten Musi Rawas juga membentuk Bank Sampah yang bertujuan untuk memakmurkan masjid sekaligus memakmurkan masyarakat juga.

Bilamana hal-hal tersebut dapat dilestarikan, maka akan tercipta suatu budaya dalam masyarakat yang memandang bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat peribadatan ritual saja. Namun Masjid juga memiliki andil yang sama pentingnya bagi masyarakat sebagai pusat pembelajaran agar dapat berbudaya Madani. Agar peduli terhadap sesama, bahkan agar masyarakat lebih mencintai dan menjadikan Masjid sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat itu sendiri.

Sehingga pesan dari Bapak Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) agar masjid senantiasa dapat memakmurkan dan dimakmurkan masyarakat.

Masjid di Tengah Pandemi Covid 19

Lantas bagaimanakah peranan masjid di masa oandemi Covid 19 saat ini?. Karena begitu banyak berita yang mengabarkan, bahwasannya Masjid terindikasi sebagai salah satu wahana penyebaran dari virus mematikan ini. Bahkan Masjidil Haram di Mekkah Al Mukarramah pun, yang menjadi lokasi Ka’bah sebagai kiblat umat Islam, juga merasakan dampak waba’ dan tha’un ini.

Sehingga atas dasar kondisi tersebut, pemerintah selaku pihak berwenang mengimbau kepada umat Islam untuk beribadah di rumah saja sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya ini.

Tentunya sedih bagi kita umat Islam, mengingat Masjid merupakan salah satu simbol kebesaran dari Islam itu sendiri harus lumpuh peran dan fungsinya.

Namun sebagai seorang hamba, marilah kita untuk tetap senantiasa ber-husnudzdzan atas segala kehendak Allah Swt. Karena sudah tentu, musibah ini merupakan salah satu wujud kasih sayang Allah Swt kepada kita. Sehingga menjadi kewajiban bagi kita semua untuk mengambil ibrah terbaik atas hadirnya wabah ini.

Adapun mengenai kedudukan masjid, dengan hadirnya wabah ini membuka pemikiran kita semua sebagai umat Islam agar bisa lebih memakmurkan lagi masjid-masjid yang ada. Karena dengan memakmurkan masjid, Allah Swt akan senantiasa memberikan kita petunjuk:

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. At-Taubah [9]: 18).

Dengan adanya wabah ini, hendaknya tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Karena dengan adanya persatuan dan kesatuan, seluruh elemen umat Islam dapat saling menjaga, melengkapi, dan tolong menolong dalam kondisi apapun. Sebagaimana Hadits dari Rasulullah Saw:

“Perumpamaan kaum muslimin dalam saling mengasihi, saling menyayangi, dan saling menolong di antara mereka seperti perumpamaan satu tubuh. Tatkala salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka anggota tubuh yang lainnya akan merasakan pula dengan demam dan tidak bisa tidur” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dimana hal tersebut bisa umat Islam realisasikan? tentunya masjid menjadi tempat terbaik yang dekat dengan ridha Allah Swt dalam hal membina persatuan dan kesatuan umat Islam.

Kemudian ibrah yang tak kalah pentingnya dari pandemi ini adalah bagi kita umat Islam, agar senantiasa bertaubat, introspeksi diri, ikhlas dan istiqamah dalam menjalankan identitas kita sebagai hamba Allah Swt

Karena tidak bisa dipungkiri lagi, hanya disebabkan oleh makhluk-Nya yang sangat kecil, dunia menjadi krisis dan kritis. Bahkan, masjid yang leluasa kita kunjungi pun tak luput dari dampak Covid 19 ini. Sehingga sudah menjadi keharusan bagi kita semua untuk kembali menyadari akan segala macam kelemahan dan kekurangan kita sebagai Ciptaan-Nya.

Semoga dengan adanya momentum badai Covis 19 ini, kita bisa lebih mengenali diri kita, lebih memperkokoh ukhwah kita dan lebih bisa memaksimalkan lagi ibadah-ibadah kita salah satunya adalah dengan berkontribusi dalam memakmurkan masjid sebagai madrasah masyarakat. Wallahu a’lam bis Shawab

Penulis: Padlim Hanif (Kota Bengkulu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.