Menghadirkan Masjid di Rumah Selama Ramadhan

Wabah yang masih terjadi membuat umat Islam tidak lagi leluasa pergi ke masjid termasuk Ramadhan ini. Bukan masjidnya yang dilarang tapi aktivitas yang melibatkan kerumunan massa di dalamnya.

Sesuai Fatwa MUI terkait pelaksanaan ibadah, masjid pun tidak ditutup rapat-rapat. Artinya penanganannya tergantung kondisi wilayah yang masuk zona tertentu.

Makna Masjid Secara Luas

Masjid berasal dari kata sajada yasjudu yang artinya sujud. Secara bahasa, masjid berarti tempat sujud. Artinya dimanapun tempat yang dijadikan tempat sujud bisa disebut masjid, ini dalam arti yang lebih luas.

Meski secara umum yang disebut masjid ialah bangunan formal yang khusus dijadikan sebagai tempat shalat. Istilah masjid ini lalu berkembang, hingga muncul yang dinamai masjid jami’, masjid akbar, masjid raya, masjid agung dan lain sebagainya.

Istimewanya umat Nabi Muhammad Saw
Dijadikannya seluruh bumi masjid adalah keistimewaan yang diberi kepada umat nabi Muhammad Saw. Keistimewaan ini tidak diberikan kepada sebelumnya. Karena umat sebelumnya harus melaksanakan ibadah di tempat yang dikhususkan sebagai tempat ritual ibadah.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ أَوَّلَ ؟ قَالَ : ” الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ “. قُلْتُ : ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : ” ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى “. قُلْتُ : كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا ؟ قَالَ : ” أَرْبَعُونَ “. ثُمَّ قَالَ : ” حَيْثُمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ، وَالْأَرْضُ لَكَ مَسْجِدٌ “.

Dari Abi Dzar Ra, ia berkata, Aku berkata, Wahai Rasulullah, masjid mana yang pertama kali dibangun?. Rasul menjawab, “Masjidil Haram”. Kemudian masjid apa?, Beliau kembali menjawab: “lalu Masjidil Aqsha”. Aku berkata, berapa jarak keduanya?. Rasul menjawab, “empat puluh”. Lantas beliau bersabda “Dimana saja kamu menemukan shalat (waktu shalat) maka shalatlah dan bagimu bumi seluruhnya adalah masjid,” (HR. Bukhari).

Dalam hadis yang lain dikatakan,

جُعِلَتْ لِي الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا

“dijadikan bagiku bumi itu masjid dan suci mensucikan,” (HR. Imam Bukhari, Ibnu Majah, An Nasai, Ibnu Majah, Ahmad).

Bisa dikatakan bahwa secara dzahir setiap jengkal bumi ini layak dijadikan tempat sujud. Kecuali tempat yang memang dilarang misalnya karena mengandung najis.

Bagaimana Menghadirkan Masjid di Rumah?

Untuk menjawabnya, perlu diketahui dulu apa peran masjid yang bisa diaplikasikan di rumah. Masjid bisa berfungsi sebagai tempat melaksanakan ibadah seperti shalat berjamaah. Fungsi lainnya ialah tempat pendidikan dan pembinaan.

Lalu peran penting masjid lainnya ialah tempat memperbaiki hubungan dengan Allah dengan aneka ibadah untuk bertaqarrub kepada-Nya seperti berdzikir dan membaca Al Qur’an.

Ilustrasi Rumah. (Scott Webb)

Di masa Nabi masjid juga difungsikan untuk memulihkan orang sakit. Dengan kata lain ada peran penting kesehatan dan keselamatan. Masjid juga digunakan sebagai tempar merekatkan hubungan sosial di tengah masyarakat.

Paling tidak ada lima fungsi masjid yang bisa diterapkan di rumah.

Pertama, Fungsi Ibadah

Rumah bisa difungsikan sebagai tempat ibadah untuk shalat berjamaah bersama keluarga.

Kedua, Fungsi Pendidikan

Rumah dijadikan tempat belajar dan pembelajaran mislanya melalui pembelajaran jarak jauh dengan teknologi. Anak anak dibina dan dididik dengan nilai-nilai keislaman dan pola asuh yang baik dari orang tua.

Ketiga, Fungsi Transformasi

Jadikan agenda dan kegiatan selama di rumah untuk mendekatkan diri pada Allah. Siapkan schedule dan aturan keluarga untuk mengarah pada tujuan tersebut.

Keempat, Fungsi Kesehatan

Kesehatan dan keselamatan keluarga di rumah jadi prioritas. Asupan gizi yang cukup serta olahraga ditambah pola hidup yang sehat bisa membantu menjaga kesehatan. Perhatikan juga kesehatan ruhani dengan memperbanyak dzikrullah dan akhlak dan pembiasaan akhlak yang baik.

Kelima, Fungsi Sosial

Menjaga akhlak dengan berperilaku dan bertutur kata yang sopan dan santun serta berprasangka baik akan menjaga keharmonisan dalam keluarga maupun sosial. Semua diawali dari qalbu yang penuh kasih sayang karena terkoneksi dengan yang Maha Kasih.

Qalbu Terpaut Masjid

Perlu diketahui bahwa di manapun berada sudah selayaknya seorang muslim selalu mentautkan qalbunya dengan masjid. Sebab orang yang demikian itu masuk dalam tujuh golongan yang dijanjikan Nabi mendapatkan naungan Allah ketiak tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.

وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ

Pemuda yang qalbunya terpaut dengan masjid. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari’ menjelaskan bahwa qalbu terpaut dengan masjid maksudnya selalu bermulazamah dengan masjid meski jasadnya ada di luar masjid.

Mulazamah maknanya ketidakterpisahan, tetap dekat dengannya, tetap bersama, menempel, hadir dan menyertainya. Terpaut dan tergantungnya qalbu itu juga menandakan ada kecintaan yang sangat dengan masjid.

Jadi meskipun #dirumahaja keterpautan qalbu dengan masjid perlu dijaga untuk menghadirkan masjid di rumah. Qalbu selalu terpaut dengan masjid sejak mulai keluar masjid sampai balik lagi ke masjid.

Saepuloh
Pemerhati Pendidikan Islam

Leave A Reply

Your email address will not be published.