Pesantren sebagai Solusi Perbaikan Moral

Perbincangan bersama Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dr. Armai Arief M.Ag. tentang peran Pesantren dalam memperbaiki karakter anak-anak bangsa.

Q: Bagaimana memperbaiki moral anak-anak muda saat ini?
A: Bicara moral, paling bisa diperbaiki melalui boarding/pesantren. Kalo mereka tidak boarding kadang-kadang di sekolah diberikan pendidikan moral namun di luar terpengaruh lagi hal-hal yang tidak sesuai dengan yg diajarkan di sekolah. Jika anak kita ingin bermoral, salah satu diantaranya masukan ke pesantren. Pesantren adalah pendidikan tertua dengan penekanan moral diprioritaskan disamping pengayaan ilmu-ilmu lain.

Q: Bagaiman sikap guru menghadapi anak-anak milenial yang mudah mengeluh, mengadu jika ada tempaan yang membuat mereka tidak nyaman?
A: Harus ada kerjasama antara orang tua, pendidik dan anak. Ini menjadi tanggung jawab semuanya. Harus dilakukan komunikasi terus menerus. Andaikata ada anak akan melakukan hal-hal yang tidak baik, ada orang tua yang menegur, pendidik atau rekannya yang menegur. Akhirnya si anak merasa malu melakukannya.

Ada contoh baliho bagus di sebuah sekolah: saya malu kalau terlambat, saya malu kalau tidak berprestasi, saya malu kalau saya mencontek. Jadi anak-anak dengan sendirinya merasa malu, diajarkan moralitas.

Malu bukan hanya ketika zhahir saja, tetapi dia sembunyi juga malu.

وَهُوَ اللّٰهُ فِى السَّمٰوٰتِ وَفِى الْاَرْضِ ۗ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُوْنَ

Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan. (QS. Al An’am: 3).

Jika itu bisa kita berikan terus menerus kepada anak, meskipun orang lain tidak melihat dan kita melakukannya meskipun dengan sembunyi, kita tetap dikatakan orang tidak bermoral. Di sinilah pentingnya ihsan.

Dikutip dari Video Youtube Pesantren DaQu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.