Puasa dan Disiplin Menjaga Diri

Sebagai agama yang komprehensif, Islam mengatur berbagai masalah kehidupan manusia. Mulai dari akidah, ibadah, akhlak hingga muamalah.

Aqidah berasal dari kata aqaid, aqidatan yang berarti, simpul, janji, kokoh, akad. Yakni akad dan perjanjian kita dengan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah. Itulah yang disebut dengan dua kalimat syahadat. Bersifat mutlak dan tak bisa ditawar-tawar lagi.

Aqidah merupakan prinsip, nilai-nilai, dan cita-cita hidup yang bersumber dari Alquran dan sunnah yang diyakini secara mendalam. Aqidah menjadi dasar yang mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang.

Buah dari aqidah adalah ibadah. Ibadah berasal dari kata ‘abada, ya’budu, ‘ibadatan, yang berarti, mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembah, dan mengabdi kepada Allah SWT.

Ibadah juga bisa berarti taat, tunduk, menurut, mengikut, dan juga dapat diartikan do’a. Ibadah merupakan hal terpokok dalam ajaran agama Islam. Karena manusia hakikatnya diciptakan untuk beribadah.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS. Al-Dzariyat : 56).

Sedangkan dimensi lain dalam Islam ialah muamalah yang berasal dari kata amala yu’amilu yang artinya bergaul, berbisnis, berhubungan dengan orang lain.

Dengan kata lain muamalah adalah hubungan manusia dengan manusia atau bagaimana bertingkah laku dengan sesama manusia. Muamalah dalam Islam merupakan ajaran yang berhubungan dengan pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat dengan akhlakul karimah.

Puasa Mendekatkan Diri pada Allah dan Manusia

Sesungguhnya puasa mengajarkan muslim untuk berdisiplin dengan tidak makan dan minum dan tidak melakukan hubungan suami-istri sejak terbit fajar (subuh) sampai tenggelamnya matahari (maghrib). Kita juga dianjurkan untuk tidak berkata yang kotor, ghibah, dan lain sebagainya.

Kedisiplinan dalam berpuasa ini hendaknya dapat mempengaruhi disiplin untuk menurunkan angka penyebaran Covid 19. Data terbaru yang dirilis pemerintah mengungkapkan bahwa masih ada penularan virus corona yang menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Disiplin untuk menjaga jarak DNA menjauhi kerumunan (Social and Physical Distancing) serta rutin mencuci tangan pakai sabun. Serta tidak keluar rumah kecuali mendesak, itupun memakai masker.

Jadi ibadah puasa bisa mendekatkan diri kepada Allah sekaligus mendekatkan diri dekat dengan nilai kemanusiaan guna meraih hikmah Allah sebagaimana firman Allah:

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ

Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran) siapa yang diberi hikmah maka sungguh diberi kebaikan yang banyak.

Dengan berpuasa hubungan dengan Allah (hablum minallah) akan baik begitupun dengan hubungan sesama manusia (hablum minannas) juga semestinya semakin baik. Termasuk kepada mereka yang tengah dinyatakan positif. Jangan ada stigma negatif pada mereka. Karena inti ajaran Islam ialah akhlak.

Oleh: Dr. Amirsyah Tambunan, M.Ag
Wakil Sekjen MUI Pusat

Editor: Eep

Leave A Reply

Your email address will not be published.