Ramadhan Bulan Transformasi

Ramadhan punya banyak nama dan julukan. Ini disebabkan kemuliaan dan keistimewaannya. Misalnya, ada yang menamainya bulan Al Qur’an, bulan ampunan dan bulan turunnya rahmat.

SeIain itu bulan ini disebut juga sebagai bulan transformasi. Transformasi artinya perubahan baik dalam bentuk, sifat, fungsi dan sebagainya. Kiranya penyebutan ini punya berbagai alasan.

Pertama, Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an dan tujuan Al Qur’an ialah untuk melakukan transformasi.

الٓرۚ كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ لِتُخۡرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذۡنِ رَبِّهِمۡ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ

Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji. (QS. Ibrahim: 1)

Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw bertujuan untuk mengeluarkan manusia dari adz dzulumat menuju an nur. Menariknya kata adz dzulumat menggunakan kata jama’ yang bermakna kegelapan-kegelapan dan an nur yang artinya cahaya menggunakan kata mufrad.

Ini mengisyaratkan bahwa kegelapan itu banyak macamnya, beraneka jenis ragamnya. Dalam tafsir Al Qurthubi dijelaskan bahwa minadz dzulumat ilan nur itu dari gelapnya kekufuran, kesesatan dan kebodohan menuju cahaya iman dan ilmu. Imam Al Qurthubi menyebutkan bahwa istilah tersebut adalah perumpamaan. Kekufuran itu digambarkan dengan kegelapan dan Islam itu ialah cahaya.

Kedua, selama bulan Ramadhan seorang muslim dilatih untuk menahan dan mengendalikan dorongan syahwatnya. Itu semua demi kepentingan manusia itu sendiri.

Ini bertujuan agar manusia melakukan transformasi. Dari manusia yang dikendalikan hawa nafsu dan dorongan syahwatnya atau menuhankan ‘hawa‘ nya menjadi manusia merdeka yang mampu mengontrol dan menguasai hawa nafsunya.

أَفَرَءَيۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلۡمٖ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمۡعِهِۦ وَقَلۡبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةٗ فَمَن يَهۡدِيهِ مِنۢ بَعۡدِ ٱللَّهِۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (QS. Al-Jatsiyah: 23).

Tidak bisa dipungkiri bahwa aneka kerusakan baik di tengah masyarakat ataupun kerusakan lingkungan ialah akibat manusia yang tak mampu mengontrol dirinya.

Oleh sebab itu Nabi menyebut puasa sebagai perisai.

الصَّوْمُ جُنَّةٌ

“Puasa itu perisai” (HR. Tirmidzi).

Syekh Al Mubarakfury dalam Tuhfatul Ahwadzi mengatakan maksud perisai (junnah) di sini ialah pencegah dari api neraka dan dari aneka kemaksiatan. Dikatakan juga sebagai pelindung seseorang dari syahwat yang bisa merusaknya.

Ketiga, bulan Ramadhan ialah bulan agar manusia bertransformasi menjadi pribadi dengan kualitas taqwa.

Nabi pernah mengisyaratkan bahwa taqwa itu di qalbu. Beliau bersabda

التَّقْوَى هَاهُنَا

“Taqwa itu di sini (sambil mengarahkan ke dadanya sebanya tiga kali)” (HR. Muslim).

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebut bahwa dalam riwayat lain

إن الله لا ينظر إلى أجسامكم ، ولكن ينظر إلى قلوبكم

“Sesungguhnya Allah tidak melihat fisikmu, akan tetapi melihat qalbumu.”

Artinya amalan dzahir saja tidaklah cukup untuk mencapai derajat taqwa. Tetapi itu semua bisa diraih dengan apa yang ada di qalbu dari mengagungkan Allah, khasyah kepada-Nya, dan selalu merasa muraqabah (diawasi-Nya).

Bulan Ramadhan jadi momen untuk mentransformasi qalbu agar jadi lebih baik, karena ia merupakan pusat ruhani manusia yang menentukan seseorang itu bertaqwa atau tidak. Seseorang itu baik dan buruknya ditentukan qalbunya. Seluruh amalan dan ibadahnya tak bisa terlepas dari qalbu.

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa dalam jasad itu ada mudhghah, jika ia baik maka baik seluruh jasad, jika rusak maka rusak seluruh jasad. Ingatlah dialah qalbu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bulan Ramadhan ialah bulan pendidikan agar kita bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Ini semua membutuhkan kesungguhan, tekad serta pertolongan Allah. Oleh karenanya jangan berhenti berdoa agar senantiasa dalam hidayah dan taufik-Nya serta dalam perlindungan dan rahmat-Nya.

Penulis: Saepuloh
Pemerhati Pendidikan Islam

Leave A Reply

Your email address will not be published.