Tazkiyah Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah anugerah yang diberikan Allah Swt kepada seluruh alam semesta beserta isinya. Dengan Ilmu pengetahuan, keteraturan alam akan tercipta dan eksistensi makhluk akan terjaga. Dan dengan Ilmu pengetahuan juga kita sebagai manusia akan senantiasa beradab dalam menjalani kehidupan.  Sebagaimana Allah Swt berfirman di dalam  QS: Al Anbiya 79:

“Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya”.                              

Penting bagi kita sebagai hamba untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk urusan duniawi maupun urusan ukhrawi. Hal ini dikarenakan pada dasarnya ilmu pengetahuan itu berasal dari Allah SWT. Dzat yang Maha berkuasa atas segala apapun baik di dunia maupun di akhirat. Yang menciptakan kita, dan mengetahui segala kebutuhan hamba-Nya. Sehingga wajib bagi kita untuk senantiasa mengenali kebutuhan kita melalui ilmu pengetahuan.

Namun pada kenyataannya, ilmu pengetahuan digunakan hanya untuk kepentingan duniawi saja. Tanpa memperhatikan sisi spiritualitas yang juga menjadi kebutuhan kita sebagai hamba. Sehingga berdasarkan kondisi tersebut, tanpa disadari telah terciptanya fenomena sekularisasi tehadap ilmu pengetahuan yang berlangsung secara terus menerus. Bahkan fenomena ini pun memicu untuk lahirnya kaum berilmu yang tidak beriman, bahkan tidak percaya Allah Swt dengan segala ke-Mahaan-Nya. Seperti Stepen Hawking, Mark Zuckerberg, Alan Turing, Rosalind Franklin, dan Neil deGrasse Tyson.

Padahal Allah Swt telah berfirman:

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir. (QS.Yunus:24)

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An Nahl:78)

Tazkiyah Vs Sekularisasi

Fenomena sekularisasi ilmu pengetahuan ini tentunya haruslah disikapi dengan tegas. Karena jika tidak, ilmu pengetahuan akan kehilangan fungsi kebaikannya dalam mengajak manusia untuk senantiasa kepada fitrah-nya sebagai hamba Allah Swt. Sebagaimana firman Allah Swt:

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS: Ar Rum:30)

Berdasarkan hal tersebut, maka perlu bagi kita untuk menjaga ilmu pengetahuan agar selalu terbebas dari berbagai unsur sekularisasi. Dengan cara apa? tentunya dengan cara selalu membersihkan (tazkiyah) ilmu pengetahuan tersebut.

Quraish Shihab dalam bukunya Wawasan Al Quran menyatakan bahwasannya: Di samping mata, telinga, dan pikiran sebagai sarana meraih pengetahuan, Al-Quran pun menggarisbawahi pentingnya peranan kesucian hati.

Hal ini dikarenakan, wahyu dianugerahkan atas kehendak Allah dan berdasarkan kebijaksanaan-Nya tanpa usaha dan campur tangan manusia. Sementara firasat, intuisi, dan semacamnya, dapat diraih melalui penyucian hati. Dari sini para ilmuwan muslim menekankan pentingnya tazkiyah an-nafs (penyucian jiwa) guna memperoleh hidayat (petunjuk/pengajaran Allah), karena mereka sadar terhadap kebenaran firman Allah Swt.

Adapun mengenai dasar Tazkiyah dapat dilihat dalam Al Quran surat Asy Syams ayat 7-10:

“Dan (demi) jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu (dengan ketakwaan) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (dengan kefasikan).”

Seperti halnya Wudhu untuk bersucinya jasad, Istighfar untuk bersucinya hati dan shaum untuk bersucinya jiwa. Maka Tazkiyah ilmu pengetahuan adalah langkah suci yang wajib dilakukan oleh setiap insan beriman. Hal ini dikarenakan dengan bersuci kita dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt, Dzat Yang Maha Berilmu. Wallahu A’lam Bishawab

Penulis: Padlim Hanif (Kota Bengkulu)

1 Comment
  1. Rian Surya Putra says

    Berkah tulisannya, berkah ilmunya… smg kita sll diarahkan pd jalan lurus dlm mncari ilmu

Leave A Reply

Your email address will not be published.